Pages

Tampilkan postingan dengan label culture. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label culture. Tampilkan semua postingan

Senin, 20 Juni 2011

seputar Onsen


postingan kali ini kembali seputar JAPAN,,,
pada tau Onsen nggak??? mungkin istilah itu agak asing ditelinga anda semua,,,, tapi kalau pemandian air panas? mungkin lebih familiar.....
memang sih,, di indonesia juga banyak pemandian-pemandian air panas,, seperti Ciater, Cibolang, dan Pacitan,, atau yang lain-lain.... tapi ada satu alasan mengapa saya membahas "Onsen" atau pemandian air panas ala Jepang ini karena mempunyai keunikan tersendiri yaitu salah satunya yang mandi di onsen harus bugil, alias telanjang a.k.a tanpa penutup kain sehelaipun..... kira2 kenapa y harus bugil???? dan masih banyak keunikan lainnya.... Cekidot gaaaan!!!!!


  1. yang mandi di onsen gak boleh bertatto,,, karena nanti bisa disangka Yakuza,, itu lho,, mafia jepang........
  2. seperti yang sudah saya sebutkan kalo kita di onsen harus bugil,,alasannya karena takut kalo kalo pakian yg kita kenakan mengandung penyakit2 ato bakteri2,,maka dari itu dilarang
  3. jaman dulu itu kolamnya cowok-cewek campur jadi satu :),,, tapi sekarang bisa milih kok ada yang campur,, ada juga yang sendiri2 antara cewek dan cowok.... jadi jangan kuatir
  4. onsen biasanya berada di dekat pegunungan berapi (soalnya sumber air panasnya dari pegunungan) tapi buat yang jauh dari pegunungan biasanya memakai cara bor yang menggunakan "gradien geotermal"(semakin di bor airnya semakin hangat),,
  5. ingat,, onsen bukan kolam renang tapi hanya berendam santai saja,, jadi jangan berenang-renang sembarangan lho..... hehe
  6. bagi orang jepang,, onsen bukan hanya sekedar tempat rekreasi tok,,, tetapi juga sarana pengobatan dan penyembuhan.... biasanya orang2 jepang pergi ke onsen setelah seharian bekerja agar menjadi fresh kembali dan juga bagi para wanita onsen berguna untuk merawat kulit mereka(pantesan orang2 jepang banak yang berkulit halus hahaha)...
  7. seperti pemandian2 air panas di indonesia,,, onsen bisa juga digunakan untuk menyembuhkan penyakit kulit
  8. yang terakhir PERINGATAN,, bagi ibu hamil,, pengidap sakit jantung, dan hipertensi tidak diperkenankan untuk berendam di onsen karena suhu onsen berkisar 42°C sampai 50°C

nah kira2 seperti itulah keunikan2 soal Onsen,, jika anda pergi ke jepang tidak ada salahnya jika disempatkan mampir harga masuknya sekitaran 200 yen :)..........

Kamis, 16 Juni 2011

review buku "Mistik Jepang"

haloo bloggers,, untuk kali ini saya pengen berbagi info saja mengenai buku yang baru selese saya baca,, judulnya Mistik Jepang,, tapi jangan salah dulu lho buku ini nggak sekedar mengulas soal mistik2 di jepang,,,
berikut selengkapnya :)



Judul : Mistik Jepang, Supernatural and Mysterious Japan
pengarang : Catriene Ross
penerbit : Pinus Book

sebenernya saya dapet buku ini dari toko buku di tempat saya, yah karena saya penggemar sesuatu yang berbau Japan saya langsung tertarik, dan pertama saya mengira buku ini hanya menceritakan bakemonogatari (cerita soal hantu2).
memang sih banyak diceritakan juga soal hantu2 tapi inti dari buku ini adalah sumbangsih hal2 yang berbau mitos untuk kemajuan jepang saat ini...
tentu kita tahu kalo jepang adalah negara yang sangat maju,,dan dengan membaca buku ini kita akan semakin tahu kalo dibalik kemajuannya jepang menyimpan banyak mitos dan legenda,, dan uniknya masyarakatnya masih banyak yang menghormatinya.
buku ini menceritakan pula soal bagaimana cara2 kehidupan disana yang masih berkaitan seputar hal2 supranatural, misal membangun gedung pencakar langit, dll...
disini juga diceritakan soal beberapa urban legend terkenal seperti kuburan kepala samurai Taira no Masakado, hantu2, yokai, hitodama dll.

dan setelah membaca buku ini sampai selesai,, ada sebuah pelajaran yang bisa diambil bahwa mitos-mitos dan legenda yang ada disekitar kita dengan pemikiran yang benar dan cerdas bisa dijadikan kearifan lokal/ local wisdom yang bersifat positif dan dapat berjalan selaras bahkan membantu dalam kehidupan manusia....... :)

Kamis, 19 Mei 2011

ngintip style remaja harajuku


Kalian-kalian pasti sudah banyak tau soal style harajuku.... itu lho gaya penampilan nyentrik ala jepang-jepang Gitu... berikut akan saya ajak menengok dan mengetahui lebih dalam serbi-serbi harajuku style....

Sebenernya Harajuku adalah suatu area di sekitar stasiun kereta api Harajuku, wilayah Yamanote, distrik Shibuya, Tokyo, Jepang. Kata Harajuku itu sendiri pada perkebangannya mengarah kepada suatu gaya berbusana yang diadopsi dari para remaja yang sering berkumpul di area tersebut.



Harajuku juga merupakan pusat mode dunia. Banyak gaya Harajuku yang dipromosikan, baik di Jepang ataupun dunia internasional, melalui media seperti Kera, Tune, Gothic & Lolita Bible, dan FRUiTS. Banyak pula desainer terkemuka bermunculan dari Harajuku. Harajuku juga menginsipirasi rancangan banyak desainer di seluruh dunia.

Jika kita ingin melihat sekumpulan anak muda yang sedang bergaya Harajuku, kita bisa dating ke daerah Harajuku di Hari Mingg
u dimana banyak anak muda Jepang yang berdandan seperti karakter anime, artis punk rock, gothic, dan masih banyak lagi.

Gaya busana dari para remaja ini jarang ada yang mengikuti satu gaya atau aliran tertentu. Biasanya mereka lebih banyak memadupadankan antara satu gaya dengan gaya lainnya. Kebanyakan dari mereka juga biasanya berkumpul di Jembatan Jingu, jembatan penyeberangan antara Harajuku ke Kuil Meiji.

Ada beberapa jenis a
liran dari gaya Harajuku itu sendiri, antara lain adalah sebagai berikut:


Visual Kei

Visual Kei lebih mengarah kepada gaya Harajuku yang mengikuti gaya artis rock Jepang (JRock). Ciri-ciri dari gaya ini adalah kostum yang rumit dan detail, gaya yang eksentrik, atau aneh, tampilan dan rambut yang ditata sedemikian rupa, serta penggunaan make-up yang mencolok.

Contoh Visual Kei:.
















● Decora & Kawaii

Decora atau "Decoration" adalah gaya Jepang yang bercirikan pakaian dan aksesoris dengan warna-warna cerah, pemakaian banyak jepit rambut dengan hiasan dan pita. Aksesoris lainnya yang biasa disertakan dalam gaya ini adalah boneka plasik ataupun boneka yang berbulu, serta perhiasan yang bisa menimbulkan bunyi ketika sang pemakai bergerak.

Sedangkan Kawaii, yang dalam Bahasa Jepang berarti cantik atau imut, dalam hal gaya Harajuku memiliki arti seseorang yang memakai pakaian yang terlihat seperti untuk anak-anak atau gaya yang menonjolkan kelucuan/keimutan orang yang menggunakan pakaian tersebut. Ciri-cirinya adalah baju dengan banyak kerutan, warna pastel atau warna-warna terang, penggunaan aksesoris, termasuk mainan atau boneka berukuran besar, serta tas yang menampilkan karakter anime.
nih Contoh gaya Decora & Kawaii:

















● Lolita

Lolita adalah gaya busana Jepang yang dipengaruhi oleh gaya Victorian serta busana periode Rococo (Late Baroque). Ciri-ciri yang banyak ditemui dari gaya Lolita adalah rok ataupun gaun panjang selutut dengan bentuk seperti cupcake (mengembang di bagian bawah), kaus kaki ataupun stoking selutut, hiasan kepala, serta baju dengan banyak renda. Lolita sendiri terdiri dari beberapa aliran gaya, misalnya Gothic Lolita (GothLoli), Sweet Lolita, Qi Lolita, Wa Lolita, Country Lolita, dan masih banyak lagi.
Contoh gaya Lolita:


● Ganguro & Kogal
Gaya ini muncul di Jepang pada awal era 1990an, puncaknya pada tahun 2000. Ciri khasnya adalah warna kulit yang gelap dikombinasikan dengan rambut yang dicat warna abu-abu, perak, kuning, atau warna lain yang masih berkenaan dengan warna oranye. Gadis Ganguro biasanya menggunakan lipstick, concealer, dan eye shadow warna putih, eyeliner warna hitam, pemakaian bulu mata palsu, facial gem, dan pearl powder. Pakaian yang digunakan biasanya berwarna cerah, menggunakan rok mini, kain tie-dye, dan memakai banyak perhiasan (cincin, kalung, dan gelang).

Kogal hampir sama dengan Ganguro. Gadis Kogal terkenal dengan "memamerkan" seakan ingin memberitahu semua orang bahwa mereka sangat mapan melalui pakaian yang mereka gunakan, aksesoris, tas (misalnya menggunakan tas Louis Vuitton), selera musik, dan aktivitas sosial mereka sehari-hari.
Contoh gaya Ganguro & Kogal:



● Cosplay

Berikut ini adalah gaya yang paling sering kita temui, Cosplay, singkatan dari Costume Player (dalam Bahasa Jepang diucapkan sebagai "Kosupure"). Cosplay merupakan gaya berpakaian yang mengikuti karakter manga, anime, ataupun video game.

berikut contohnya :


Sabtu, 29 Januari 2011

fakta-fakta unik tentang jepang


saya emang kagum dengan negara jepang maka dari itu saya sering nulis artikel soal jepang, dan kali ini saya akan bagi-bagi info tentang fakta2 unik dari negara matahari terbit ini :


1. Di Jepang, angka “4″ dan “9″ tidak disukai, sehingga sering tidak ada nomer kamar “4″ dan “9″. “4″ dibaca “shi” yang sama bunyinya dengan yang berarti “mati”, sedang “9″ dibaca “ku”, yang sama bunyinya dengan yang berarti “kurushii / sengsara.

2. Orang Jepang menyukai angka “8″. Harga-harga barang kebanyakan berakhiran “8″. Susu misalnya 198 yen. Tapi karena aturan sekarang ini mengharuskan harga barang yang dicantumkan sudah harus memasukkan pajak, jadi mungkin kebiasaan ini akan hilang. (Pasar = Yaoya = tulisan kanjinya berbunyi happyaku-ya atau toko 800).


3. Kalau musim panas, drama di TV seringkali menampilkan hal-hal yang seram (hantu).

4. Cara baca tulisan Jepang ada dua style : yang sama dengan buku berhuruf Roman alphabet huruf dibaca dari atas ke bawah, dan yang kedua adalah dari kolom paling kanan ke arah kiri. Sehingga bagian depan dan belakang buku berlawanan dengan buku Roman alphabet (halaman muka berada di “bagian belakang”).

5. Tanda tangan di Jepang hampir tidak pernah berlaku untuk keperluan formal, melainkan harus memakai hanko/inkan/ cap. Jenis hanko di Jepang ada beberapa, a.l. jitsu-in, ginko-in, dan mitome-in. Jadi satu orang kadang memiliki beberapa jenis inkan, untuk berbagai keperluan. Jitsu-in adalah inkan yang dipakai untuk keperluan yang sangat penting, seperti beli rumah, beli mobil, untuk jadi guarantor, dsb. jenis ini diregisterkan ke shiyakusho. Ginko-in adalah jenis inkan yang dipakai untuk khusus membuat account di bank. inkan ini diregisterkan ke bank. Mitome-in dipakai untuk keperluan sehari-hari, dan tidak diregisterkan.


6. Kalau kita membubuhkan tanda tangan, kadang akan ditanya orang Jepang: ini bacanya bagaimana ? Kalau di Jepang saat diperlukan tanda tangan (misalnya di paspor, dsb.) umumnya menuliskan nama mereka dalam huruf Kanji, sehingga bisa terbaca dengan jelas. Sedangkan kita biasanya membuat singkatan atau coretan sedemikian hingga tidak bisa ditiru/dibaca oleh orang lain.

7. Acara TV di Jepang didominasi oleh masak memasak.

8. Fotocopy di Jepang self-service, sedangkan di Indonesia di-service.

9. Jika naik taxi di Jepang, pintu dibuka dan ditutup oleh supir. Penumpang dilarang membuka dan menutupnya sendiri.

10. Pernah nggak melihat cara orang Jepang menghitung “satu”, “dua”, “tiga”.... dengan jari tangannya ? Kalau agan-agan perhatiin, ada perbedaan dengan kebiasaan orang Indonesia. Orang Indonesia umumnya mulai dari tangan dikepal dan saat menghitung “satu”, jari kelingking ditegakkan. Menghitung “dua”, jari manis ditegakkan, dst. Kalau orang Jepang, setahu saya, kebalikannya. Mereka selalu mulai dari telapak tangan terbuka, dan cara menghitungnya kebalikan orang Indonesia. Saat bilang “satu”, maka jarinya akan ditekuk/ditutupkan ke telapak tangan. Kalo nggak percaya, coba deh… jikken dengan teman Jepang anda.

11. Sepeda tidak boleh dipakai boncengan, kecuali yang memboncengkannya berusia lebih dari 16 tahun dan anak yang diboncengkan berusia kurang dari satu tahun dan hanya seorang saja yang diboncengkan. Bila dilanggar, dendanya maksimal 20 ribu yen.

12. Kalo naik eskalator di Tokyo, kita harus berdiri di sebelah kiri, karena sebelah kanan adalah untuk orang yang terburu-buru. Jangan sekali-kali berdiri di kanan kalo kita ga langsung naik.

13. Pacaran di Jepang sungguh hemat, traktir2an bukan budaya pacaran Jepang. Jadi selama belum jadi suami-istri, siapin duit buat bayar sendiri-sendiri.

14. Nganter jemput pacar juga bukan budaya orang Jepang. Kalo mau ketemuan, ya ketemuan di stasiun.

15. Jangan pernah sekali-kali bilang ke orang jepang : “Gue maen ke rumah lu ya”. Karena itu dianggap ga sopan. Ke rumahnya cuma kalo udah diijinin.

16. “Aishiteru” yang berarti aku cinta kamu, jarang dipake sama orang pacaran, kecuali kalo mereka bener-bener udah mau nikah. Biasanya mereka make “Daisuke desu” buat ngungkapin kalo mereka sayang sama pacarnya.

17. Sebelum bepergian, biasanya orang Jepang selalu ngecek ramalan cuaca. Dan 90% ramalan cuaca itu akurat. Itu sebabnya kalo ada orang bawa payung, pasti kita bakal liat orang yang lainnya lagi bawa payung juga. Dan perempatan Shibuya adalah tempat yang paling menarik ketika hujan, karena dari atas kita akan melihat lautan payung yang berwarna-warni.

18. Bunga sakura adalah bunga yang spesial di Jepang, karena bunganya hanya tumbuh 2 minggu selama setahun. Ketika tumbuh, bunganya memenuhi seluruh pohon, tanpa daun. Setelah 2 minggu, ga ada satupun bunga sakura, yang ada hanyalah daun-daun hijau, tanpa bunga, dan jadi ga menarik lagi.

19. Di Indonesia, kita bakal dapet duit kalo kita ngejual barang bekas kita ke toko jual-beli. Tapi di Jepang, kita malah harus bayar kalo mau naro barang kita di toko jual-beli. Itulah sebabnya kenapa orang Jepang lebih milih ninggalin TV bekas mereka gitu aja kalo mo pindah apartemen.

20. Di perempatan jalan Kyoto, perempatan jalan yang kecil, ga ada mobil sama sekali, tapi ada lampu merah, pejalan kaki selalu berhenti ketika lampu tanda pejalan kaki menunjukkan warna merah. Mereka santai aja, baca koran, ngobrol, ngerokok, dan kemudian jalan lagi ketika lampu sudah hijau. Padahal ga ada mobil yang lewat satupun. Mungkin kalo mereka ngelanggar peraturan juga ga akan celaka.

21. Mereka ga percaya Tuhan (mayoritas atheis), tapi mereka bisa disiplin dan taat sama peraturan. Mungkin karena itu negara mereka maju.

emang unik banget haha

Jumat, 24 Desember 2010

kowe kuwi

berikut ini sebuah geguritan yaitu puisi dalam bahasa jawa, yang saya tulis sendiri beberapa waktu lalu dan baru bisa saya post :)



y isih ora percaya wong kwe dekben kya ngana ning saiki wis dadi kaya ngene
jaremu biyen arep tetep ngana nganging jebule beda
ngana apa ngene

nanging apa y wis ra kelingan
biyene
ngalor-ngidul, seneng-susah,
luntrang-luntrung
nyanding nyende bebarengan
ngendikamu "kanca sak dawaning dawa"

ora arep gumun
ora arep kaget
uga aku wis ora arep sambat
amarga saben uwong uwis sangu lelakone dewe-dewe
kowe piye aku piye
aku ora arep isa ngapa-ngapa
amarga apa sing wis nyata
lan uga sing wis ketok neng ngarep mata
diapak-apakno kabeh wis beda

nanging tak kandani lan tak wanti2
kwe aja sumelang
rasa kang kasebut kanca
bakale tansah tak jaga
ora mung ana lathi nanging uga ing ati
y mung kanggo KOWE KUWI

inti dari puisi tersebut adalah masalah persahabatan, dimana seseorang yang berjanji untuk menjaga persahabatannya biarpun temen yang dia maksud itu sudah berubah dan mulai melupakan persahabatan mereka....y kira2 seperti itulah.......... :)

Selasa, 30 November 2010

the sacred dance "Bedhaya Ketawang"


beberapa waktu yang lalu saat liburan saya pergi ke Keraton Surakarta Hadiningrat di Solo. memeang sebenernya udah lama banget saya pengin kesana,tapi baru kesampean setelah sekian lama. kebetulan saat itu di Keraton sedang ada acara JUMENENGAN yaitu hari peringatan diangkatnya raja keraton atau Pakubuwono. yang saya nantikan adalah puncak acara tersebut yaitu ditampilkannya tarian sakral keraton yang bernama Bedhaya Ketawang, o ya,, acara itu memang bersifat umum tapi setiap yang datang dan memasuki kawasan dalam keraton harus make' pakaian adat jawa yaitu beskap lengkap untuk pria dan untuk wanitanya pakai kemben dan gelungan, dan juga yang paling wajib dikenakan yaitu "samir" hampir mirip dasi gitu lah.

sebetulnya sih tarian Bedhaya Ketawang itu ditampilkan tidak hanya pas Jumenengan aja tapi juga setiap hari selasa kliwon(perhitungan jawa) atau orang2 biasa menyebutnya anggara kasih (anggara=selasa, kasih=kliwon), dimana setiap hari selasa kliwon di Keraton Surakarta rutin diadakan acara Anggara Kasihan, tetapi tetep tampil resminya waktu jumenengan tadi. tarian tersebut ditarikan 9 orang penari, dimana semua penari itu syaratnya harus benar-benar masih perawan thing-thing. durasi tarian tersebut lumayan lama yaitu sekitar 2 jam, bayangin aja harus menari nonstop hampir 2 jam,, pasti pegel hehe. yang menarik lagi ada alasan kenapa kok jumlah penarinya ganjil yaitu 9 orang, konon pada saat tarian berlangsung kadang-kadang Kanjeng Ratu Nyai Roro Kidul sang penguasa laut selatan yang juga masih ada kaitannya dengan keraton Surakarta akan datang untuk ikut menari dan menggenapi jumlah penari menjadi 10 orang, yah percaya nggak percaya sih kan namanya juga Local wisdom.