Pages

Sabtu, 29 Januari 2011

fakta-fakta unik tentang jepang


saya emang kagum dengan negara jepang maka dari itu saya sering nulis artikel soal jepang, dan kali ini saya akan bagi-bagi info tentang fakta2 unik dari negara matahari terbit ini :


1. Di Jepang, angka “4″ dan “9″ tidak disukai, sehingga sering tidak ada nomer kamar “4″ dan “9″. “4″ dibaca “shi” yang sama bunyinya dengan yang berarti “mati”, sedang “9″ dibaca “ku”, yang sama bunyinya dengan yang berarti “kurushii / sengsara.

2. Orang Jepang menyukai angka “8″. Harga-harga barang kebanyakan berakhiran “8″. Susu misalnya 198 yen. Tapi karena aturan sekarang ini mengharuskan harga barang yang dicantumkan sudah harus memasukkan pajak, jadi mungkin kebiasaan ini akan hilang. (Pasar = Yaoya = tulisan kanjinya berbunyi happyaku-ya atau toko 800).


3. Kalau musim panas, drama di TV seringkali menampilkan hal-hal yang seram (hantu).

4. Cara baca tulisan Jepang ada dua style : yang sama dengan buku berhuruf Roman alphabet huruf dibaca dari atas ke bawah, dan yang kedua adalah dari kolom paling kanan ke arah kiri. Sehingga bagian depan dan belakang buku berlawanan dengan buku Roman alphabet (halaman muka berada di “bagian belakang”).

5. Tanda tangan di Jepang hampir tidak pernah berlaku untuk keperluan formal, melainkan harus memakai hanko/inkan/ cap. Jenis hanko di Jepang ada beberapa, a.l. jitsu-in, ginko-in, dan mitome-in. Jadi satu orang kadang memiliki beberapa jenis inkan, untuk berbagai keperluan. Jitsu-in adalah inkan yang dipakai untuk keperluan yang sangat penting, seperti beli rumah, beli mobil, untuk jadi guarantor, dsb. jenis ini diregisterkan ke shiyakusho. Ginko-in adalah jenis inkan yang dipakai untuk khusus membuat account di bank. inkan ini diregisterkan ke bank. Mitome-in dipakai untuk keperluan sehari-hari, dan tidak diregisterkan.


6. Kalau kita membubuhkan tanda tangan, kadang akan ditanya orang Jepang: ini bacanya bagaimana ? Kalau di Jepang saat diperlukan tanda tangan (misalnya di paspor, dsb.) umumnya menuliskan nama mereka dalam huruf Kanji, sehingga bisa terbaca dengan jelas. Sedangkan kita biasanya membuat singkatan atau coretan sedemikian hingga tidak bisa ditiru/dibaca oleh orang lain.

7. Acara TV di Jepang didominasi oleh masak memasak.

8. Fotocopy di Jepang self-service, sedangkan di Indonesia di-service.

9. Jika naik taxi di Jepang, pintu dibuka dan ditutup oleh supir. Penumpang dilarang membuka dan menutupnya sendiri.

10. Pernah nggak melihat cara orang Jepang menghitung “satu”, “dua”, “tiga”.... dengan jari tangannya ? Kalau agan-agan perhatiin, ada perbedaan dengan kebiasaan orang Indonesia. Orang Indonesia umumnya mulai dari tangan dikepal dan saat menghitung “satu”, jari kelingking ditegakkan. Menghitung “dua”, jari manis ditegakkan, dst. Kalau orang Jepang, setahu saya, kebalikannya. Mereka selalu mulai dari telapak tangan terbuka, dan cara menghitungnya kebalikan orang Indonesia. Saat bilang “satu”, maka jarinya akan ditekuk/ditutupkan ke telapak tangan. Kalo nggak percaya, coba deh… jikken dengan teman Jepang anda.

11. Sepeda tidak boleh dipakai boncengan, kecuali yang memboncengkannya berusia lebih dari 16 tahun dan anak yang diboncengkan berusia kurang dari satu tahun dan hanya seorang saja yang diboncengkan. Bila dilanggar, dendanya maksimal 20 ribu yen.

12. Kalo naik eskalator di Tokyo, kita harus berdiri di sebelah kiri, karena sebelah kanan adalah untuk orang yang terburu-buru. Jangan sekali-kali berdiri di kanan kalo kita ga langsung naik.

13. Pacaran di Jepang sungguh hemat, traktir2an bukan budaya pacaran Jepang. Jadi selama belum jadi suami-istri, siapin duit buat bayar sendiri-sendiri.

14. Nganter jemput pacar juga bukan budaya orang Jepang. Kalo mau ketemuan, ya ketemuan di stasiun.

15. Jangan pernah sekali-kali bilang ke orang jepang : “Gue maen ke rumah lu ya”. Karena itu dianggap ga sopan. Ke rumahnya cuma kalo udah diijinin.

16. “Aishiteru” yang berarti aku cinta kamu, jarang dipake sama orang pacaran, kecuali kalo mereka bener-bener udah mau nikah. Biasanya mereka make “Daisuke desu” buat ngungkapin kalo mereka sayang sama pacarnya.

17. Sebelum bepergian, biasanya orang Jepang selalu ngecek ramalan cuaca. Dan 90% ramalan cuaca itu akurat. Itu sebabnya kalo ada orang bawa payung, pasti kita bakal liat orang yang lainnya lagi bawa payung juga. Dan perempatan Shibuya adalah tempat yang paling menarik ketika hujan, karena dari atas kita akan melihat lautan payung yang berwarna-warni.

18. Bunga sakura adalah bunga yang spesial di Jepang, karena bunganya hanya tumbuh 2 minggu selama setahun. Ketika tumbuh, bunganya memenuhi seluruh pohon, tanpa daun. Setelah 2 minggu, ga ada satupun bunga sakura, yang ada hanyalah daun-daun hijau, tanpa bunga, dan jadi ga menarik lagi.

19. Di Indonesia, kita bakal dapet duit kalo kita ngejual barang bekas kita ke toko jual-beli. Tapi di Jepang, kita malah harus bayar kalo mau naro barang kita di toko jual-beli. Itulah sebabnya kenapa orang Jepang lebih milih ninggalin TV bekas mereka gitu aja kalo mo pindah apartemen.

20. Di perempatan jalan Kyoto, perempatan jalan yang kecil, ga ada mobil sama sekali, tapi ada lampu merah, pejalan kaki selalu berhenti ketika lampu tanda pejalan kaki menunjukkan warna merah. Mereka santai aja, baca koran, ngobrol, ngerokok, dan kemudian jalan lagi ketika lampu sudah hijau. Padahal ga ada mobil yang lewat satupun. Mungkin kalo mereka ngelanggar peraturan juga ga akan celaka.

21. Mereka ga percaya Tuhan (mayoritas atheis), tapi mereka bisa disiplin dan taat sama peraturan. Mungkin karena itu negara mereka maju.

emang unik banget haha

Beberapa takhayul ala jepang

1. Tabeta ato, sugu yoko ni naruto, ushi ni naru!

Arti dari kalimat di atas adalah: "Kalau habis makan langsung rebahan bisa jadi sapi!"

Saat ini, meski zaman telah modern, banyak orang tua Jepang yang masih memperingati anaknya dengan kata-kata seperti di atas. Secara jelas alasan kenapa kata-kata ini dipakai tidak diketahui. Tapi jika dianalisa, zaman dahulu Jepang berbeda dengan zaman sekarang yang serba canggih, mereka dulu harus bekerja keras agar dapat hidup (terutama setelah pemboman Nagasaki & Hiroshima). Agar anak-anak bersedia membantu orang tua bekerja di ladang, mereka selalu mengatakan "Tabeta ato, sugu yoko ni naruto, ushi ni naru!" (Kalau habis makan langsung rebahan bisa jadi sapi !)


Sedangkan di zaman sekarang kenapa orang tua masih menyampaikan kepercayaan ini pada anak-anaknya ialah karena mereka ingin memperingati bahwa:
" Tidak sopan - sikap buruk, jika setelah makan langsung rebahan"

2. Hinakazari wo hayakushimawanaito, yome ni ikiokureru.

Arti dari kalimat di atas adalah: "Kalau hiasan boneka `hina` tidak segera disimpan, bakalan telat nikah."

Seperti kita ketahui, setiap tanggal 3 bulan Maret Jepang menyelenggarakan perayaan `Hina Matsuri` . Maksud dari perayaan ini adalah sebagai ucapan terima kasih kepada sang pencipta karena telah memberikan anak perempuan. Selain itu tujuan upacara ini adalah meminta keberkahan kesehatan untuk anak mereka yang perempuan.

Pada perayaan Hina Matsuri setiap keluarga yang memiliki anak perempuan, sejak bulan Februari harus memajang boneka `Hina` di ruangan tengah, yang terdiri dari pasangan putri dan pangeran disertai para dayang dan pengawalnya. Pajangan boneka Hina ini, harus segera disimpan atau dirapikan jika telah lewat dari tanggal 3 Maret. Apabila tidak segera dirapikan untuk disimpan, mereka percaya bahwa si anak perempuan tersebut akan telat menikah nantinya.



Jika dilihat dari rata-rata umur menikah orang Jepang saat ini yang berkisar diatas 30 tahunan, mereka percaya salah satu penyebabnya adalah "Hinakazari wo hayakushimawanaito, yome ni ikiokureru" (Kalau hiasan boneka `hina` tidak segera disimpan, bakalan telat nikah)

3. Shitewa ikenai koto


Shitewa ikenai koto artinya sesuatu hal tidak boleh dikerjakan. Dalam kepercayaan Jepang, ada beberapa hal yang tidak boleh dikerjakan seseorang karena mengandung firasat buruk, diantaranya:

- Tidak boleh menyuguhkan makanan dengan jumlah empat (4) buah.
kayak ini kali maksudnya

Angka empat (4) dalam bahasa jepang selain dibaca `Yon` juga dibaca `Shi`. Kata `Shi` sendiri berarti "kematian". Berdasarkan hal tersebut, jika kita menyuguhkan kue dengan jumlah empat, maka seolah kita mengundang kematian. Orang yang memakannya akan segera meninggalkan dunia fana.kalau angka sebenarnya masyarakat jepang juga tidak suka dengan angka 9 karena di jepang 9 dibaca "ku" yang berdekatan dengan kata kurushii atau bahasa indonesianya kesengsaraan.

4. jarang bepergian di bulan Aprilmitos ini masih berhubungan dengan mitos no.3 diatas yaitu berhubungan dengan angka 4 (shi, yang bisa berarti kematian). jadi mereka percaya jika bepergian di bulan april akan mendapat marabahaya di jalan.


5.boneka teru teru bozukalo yang satu ini mungkin udah banyak yang tahu, soalnya setau saya orang indonesia juga banyak yang buat boneka teru teru bozu(termasuk saya sendiri hehe). boneka ini adalah boneka atau bisa dibilang jimat yang biasa dipakai masyarakat jepang untuk menangkal hujan apalagi saat musim hujan dan jika akan bepergian atau akan ada acara lain, biasanya sih kalangan anak-anak atau remaja tapi tak jarang juga orang dewasa memasang boneka ini. caranya cukup mudah, boneka ini cukup digantung di jendela dengan keadaan seperti gambar diatas, dan jika dipasang terbalik maka itu tandanya minta hujan turun

saat menggunakan boneka ini ada "mantranya juga lho", ini dia :

Teru-teru-bōzu, teru bōzu
Ashita tenki ni shite o-kure
Itsuka no yume no sora no yō ni
Haretara kin no suzu ageyo

Teru-teru-bōzu, teru bōzu
Ashita tenki ni shite o-kure
Watashi no negai wo kiita nara
Amai o-sake wo tanto nomasho

Teru-teru-bōzu, teru bōzu
Ashita tenki ni shite o-kure
Moshi mo kumotte naitetara
Sonata no kubi wo chon to kiru zo


translationya

Teru-teru-bozu, teru bozu
buat hari esok menjadi cerah
seperti langit yang ada dimimpi
jika esok cerah akan kuberikan sebuah lonceng emas
--
Teru-teru-bozu, teru bozu
jadikan hari esok cerah
jika kau kabulkan permintaanku
kita akan minum banyak sake
--
Teru-teru-bozu, teru bozu
jadikan hari esok cerah
tapi jika esok mendung dan aku melihatmu menangis
akan kupotong kepalamu


ni tak kasih liat videonya juga




silahkan mencoba :)

Jumat, 24 Desember 2010

kowe kuwi

berikut ini sebuah geguritan yaitu puisi dalam bahasa jawa, yang saya tulis sendiri beberapa waktu lalu dan baru bisa saya post :)



y isih ora percaya wong kwe dekben kya ngana ning saiki wis dadi kaya ngene
jaremu biyen arep tetep ngana nganging jebule beda
ngana apa ngene

nanging apa y wis ra kelingan
biyene
ngalor-ngidul, seneng-susah,
luntrang-luntrung
nyanding nyende bebarengan
ngendikamu "kanca sak dawaning dawa"

ora arep gumun
ora arep kaget
uga aku wis ora arep sambat
amarga saben uwong uwis sangu lelakone dewe-dewe
kowe piye aku piye
aku ora arep isa ngapa-ngapa
amarga apa sing wis nyata
lan uga sing wis ketok neng ngarep mata
diapak-apakno kabeh wis beda

nanging tak kandani lan tak wanti2
kwe aja sumelang
rasa kang kasebut kanca
bakale tansah tak jaga
ora mung ana lathi nanging uga ing ati
y mung kanggo KOWE KUWI

inti dari puisi tersebut adalah masalah persahabatan, dimana seseorang yang berjanji untuk menjaga persahabatannya biarpun temen yang dia maksud itu sudah berubah dan mulai melupakan persahabatan mereka....y kira2 seperti itulah.......... :)

Kamis, 09 Desember 2010

jangan remehkan air putih!!!


waktu saya liat-liat forum kesehatan di internet, saya tertarik dengan topik manfaat air putih buat kesehatan. emang wacana tersebut sudah ada sejak lama, tapi saya pengin berbagi tips buat anda-anda semua..

saat ini di Jepang sedang trend budaya meminum air putih setelah bangun tidur, katanya kebiasaan itu juga telah dibuktikan dengan penelitian ilmiah dan hasilnya cukup menggembirakan. Terapi air ini juga telah dibuktikan oleh pengobatan Jepang untuk mengobati penyakit lama yang serius atau penyakit-penyakit modern, seperti contohnya : Sakit kepala, sakit badan, system jantung, arthritis, detak jantung cepat, epilepsi, kelebihan berat badan, asma bronchitis, penyakit ginjal dan urin, muntah-muntah, asam lambung, diare, diabetes, susah buang air besar, semua penyakit mata, rahim, kanker, datang bulan lancar, dan penyakit telinga, hidung dan kerongkongan.
adapun metode terapinya sebagai berikut :
  1. Setelah anda Bangun pagi sebelum mengosok gigi, minum 4 x 160 gelas air
  2. Gosok dan bersihkan mulut tetapi jangan makan ataupun minum apapun selama 45 menit
  3. Setelah 45 menit anda boleh makan dan minum seperti biasa
  4. Setelah 15 menit sarapan, makan siang dan makan malam, jangan makan ataupun minum apapun selama 2 jam
  5. Untuk anda yang tua ataupun sakit dan tidak dapat minum 4 gelas air pada saat mulai bisa digantikan dengan meminum sedikit air terlebih dahulu dan kemudian ditingkatkan secara berkala hingga 4 gelas per hari.
  6. Metode diatas adalah terapi untuk mengobati penyakit dari orang yang sakit dan orang lain dapat menikmati hidup yang sehat
dan berikut ini jumlah hari yang dibutuhkan untuk terapi pengobatan/control/ mengurangi penyakit utama, antara lain:
  1. Tekanan darah tinggi (30 hari)
  2. Asam lambung (10 hari)
  3. Diabetes (30 hari)
  4. Susah buang air besar/konstipasi (10 hari)
  5. Kanker (180 hari)
  6. Tuberculosis (90 hari)
  7. Pasien arthritis disarankan untuk mengikuti terapi diatas ini hanya 3 hari pada minggu pertama dan dari minggu kedua dan seterusnya – setiap hari
menurut info yang saya dapat terapi ini tidak punya efek samping tapi dalam beberapa kasus pada saat pelaksanaan terapi mungkin akan buang air beberapa kali. yah, apa salahnya mencontoh kebudayaan yang baik seperti ini toh juga tidak ada efek samping yang berbahaya, silakan mencoba......... :)

Kamis, 02 Desember 2010

masalah cari kuliah


nggak kerasa udah semesteran lagi, dan itu tandanya UNAS tambah deket(moga-moga lulus, amiin), dan harus cari perguruan tinggi, ya, cari perguruan tinggi, hal itu yang saat ini memenuhi otak saya,. dengan mempertimbangkan prestasi saya yang sekarang dengan prospek kedepan yang saya harapkan kayaknya masih agak berat juga jika harus memutuskan besok mau kuliah dimana.
orang-orang disekitar saya pun selalu menyarankan : "kamu mbok kuliah di universitas yang terkenal aja" atau "kalo ambil jurusan yang bisa cepet cari kerja, biar nggak jadi pengangguran(klo yang ini menyarankan tapi agak mencela), sebenere yang mau kuliah saya apa mereka??? nggak dapet solusi tapi saya jadi tambah bingung. memang sih kalo masalah kayak gini harus dipikirin mateng-mateng tapi kalo untuk kasus saya ini kayaknya kepentok potensi diri... hahaha.

emang saya bingung, bingung banget malah tapi bukan berarti saya tidak ada target. sebagai siswa yang nggak pinter(nggak bodo-bodo baget juga) mungkin saya terlalu sombong dan berani karena saya punya banyak target menentukan kuliah, diantaranya saya pengin ke jurusan yang cocok dengan jurusan saya di sma ini "IPS", yaitu Akuntansi atau kalo nggak ya Manajemen, tapi saya juga punya keinginan dan cita-cita lain contohnya: desain interior, desain grafis(hobi desain, y meskipun hasil desainku nggak bagus), juga HI saya juga pengin ke perguruan tinggi kedinasan tepatnya dari dinas keuangan yang ada di Bintaro itu lho......
sebenarnya sudah ada briefing dari 2 universitas, dimana kedua-duanya itu bisa dibilang kepengenan saya, tapi yang jadi masalah tiap kali briefing pikiran saya tambah bingung, dan lagi2 yang membuat saya kebingungan adalah masalah potensi(hadeh...). tapi ya karena waktu makin deket waktunya saya harus terus berusaha agak lebih keras dan cepet-cepet memantapkan hati buat milih universitas. semoga saja bisa ketrima di unversitas target saya. AMMMIIINN

Selasa, 30 November 2010

the sacred dance "Bedhaya Ketawang"


beberapa waktu yang lalu saat liburan saya pergi ke Keraton Surakarta Hadiningrat di Solo. memeang sebenernya udah lama banget saya pengin kesana,tapi baru kesampean setelah sekian lama. kebetulan saat itu di Keraton sedang ada acara JUMENENGAN yaitu hari peringatan diangkatnya raja keraton atau Pakubuwono. yang saya nantikan adalah puncak acara tersebut yaitu ditampilkannya tarian sakral keraton yang bernama Bedhaya Ketawang, o ya,, acara itu memang bersifat umum tapi setiap yang datang dan memasuki kawasan dalam keraton harus make' pakaian adat jawa yaitu beskap lengkap untuk pria dan untuk wanitanya pakai kemben dan gelungan, dan juga yang paling wajib dikenakan yaitu "samir" hampir mirip dasi gitu lah.

sebetulnya sih tarian Bedhaya Ketawang itu ditampilkan tidak hanya pas Jumenengan aja tapi juga setiap hari selasa kliwon(perhitungan jawa) atau orang2 biasa menyebutnya anggara kasih (anggara=selasa, kasih=kliwon), dimana setiap hari selasa kliwon di Keraton Surakarta rutin diadakan acara Anggara Kasihan, tetapi tetep tampil resminya waktu jumenengan tadi. tarian tersebut ditarikan 9 orang penari, dimana semua penari itu syaratnya harus benar-benar masih perawan thing-thing. durasi tarian tersebut lumayan lama yaitu sekitar 2 jam, bayangin aja harus menari nonstop hampir 2 jam,, pasti pegel hehe. yang menarik lagi ada alasan kenapa kok jumlah penarinya ganjil yaitu 9 orang, konon pada saat tarian berlangsung kadang-kadang Kanjeng Ratu Nyai Roro Kidul sang penguasa laut selatan yang juga masih ada kaitannya dengan keraton Surakarta akan datang untuk ikut menari dan menggenapi jumlah penari menjadi 10 orang, yah percaya nggak percaya sih kan namanya juga Local wisdom.